MWC NU Imogiri Gelar Pelatihan Budidaya Cabe Jawa

- September 26, 2026
advertise here

Bantul, dirajogja.com - Banyak masyarakat mengenal cabe jawa hanya sebagai tanaman tradisional atau tanaman sampingan di pekarangan yang mana tumbuhan tersebut merupkan salah satu komoditas  rempah asli Indonesia yang bisa menjadi sumber penghasilan ekonomi jangka panjang, terutama bagi masyarakat yang ingin membangun kebun atau lahan dengan biaya perawatan yang relatif lebih ringan dibanding beberapa komoditas tanaman musiman  yang harga jualnya sering jatuh saat panen raya, cabe jawa memiliki pasar yang lebih stabil karena banyak digunakan sebagai bahan baku industri jamu dan farmasi.  

Salah satu peluang utama dalam pengembangan cabai jawa (Piper Retrofractum) adalah permintaan pasar yang stabil baik di pasar lokal, bahkan komoditas ini juga diekspor ke berbagai negara, termasuk Uni Emirat Arab, India, China, Nepal, Pakistan, Bangladesh, Jepang, Jerman, Malaysia, Vietnam, Inggris, dan Turki, adapun harga cabai jawa kering bisa mencapai Rp 90.000 per kilogram.

Dengan menghadirkan Sukma Rukmekar Sakti selaku penggiat budidaya cabe jawa dari Kulon Progo antusias warga NU Imogiri dalam mengikuti pelatihan budidaya cabe jawa, yang bertempat di Pendopo Dusun Miri, Sriharjo, Imogiri, Banrul, Ahad (27/09/2026), Sukma memberikan materinya mulai dari memilih bibit yang baik dan benar, cara tanam, pemupukan, perawatan, pengolahan pasca panen sampai penjualan dengan harga tertinggi. 

Basharudin selaku ketua tanfidziyah MWC NU Imogiri berharap, setelah pelatihan ini selesai tidak hanya berhenti dipelatihan saja, namun warga NU baik jama’ah maupun jam’iyyah supaya mengaplikasikannya, dan ini merupakan penguatan ekonomi kreatif  berbasis potensi lokal yang bisa membawa keberkahan serta meningkatkan taraf hidup warga NU Imogiri menjadi lebih baik, tuturnya.


(M. Musodiqin)

Advertisement advertise here

Popular today