Penyuluh Agama KUA Pengasih Beri Pembekalan Spiritual dan Sosial dalam Pertemuan PKH Karangasem

- Oktober 16, 2026
advertise here

Kulon Progo, dirajogja.com - Para keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Padukuhan Karangasem, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih mengikuti kegiatan pertemuan rutin SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) pada Jumat (16/10/26). Kegiatan ini bertempat di kediaman Bapak Kemijo Ismail, Karangasem RT 005 / RW 003, Kedungsari.

Hadir sebagai pendamping dan pemateri PKH, Eny Puri Rahayu, yang memaparkan pentingnya pemahaman terkait Perlindungan Sosial (Perlinsos) dari Kementerian Sosial.

Dalam pemaparannya, Eny menegaskan bahwa program Perlinsos Kemensos tidak sekadar berfokus pada penyaluran bantuan sosial semata. "Perlinsos dari Kemensos bukan hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga bertujuan melindungi dan memberdayakan masyarakat agar mampu hidup lebih sejahtera dan mandiri. Melalui program pemberdayaan ini, kita berharap angka kemiskinan terus berkurang, kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, serta kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, anak-anak, dan keluarga kurang mampu dapat terlindungi dengan baik," jelas Eny.

Sementara itu, dari sisi pembinaan mental dan spiritual, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., hadir memberikan tausiyah mendalam dengan mengulas kandungan Surah Al-Anbiya’ ayat 30: "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?”   

Muhammad Musodiqin mengutip pandangan Syekh Sya'rawi dalam kitab Tafsir Khawatirusy Sya'rawi Haulal Qur’anil Karim untuk menjelaskan keagungan makna ayat tersebut. "Syekh Sya'rawi menjelaskan bahwa air merupakan unsur fundamental yang menopang seluruh kehidupan makhluk di bumi. Tanpa air, tidak akan ada pertumbuhan tanaman, kelangsungan hidup hewan, maupun keberlanjutan hidup manusia. Seluruh rantai makanan mulai dari organisme mikroskopis hingga makhluk terbesar sangat bergantung pada air. Hikmah ini mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan menjaga kelestarian nikmat Allah," papar Musodiqin.

Ditemui secara terpisah, Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga H., M.S.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi lintas sektor antara penyuluh agama dan pendamping PKH di wilayah Pengasih. "Kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas sinergi para Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih yang secara aktif masuk ke kelompok-kelompok masyarakat seperti PKH. Kolaborasi ini sangat positif, karena selain penerima manfaat mendapatkan wawasan tentang pemberdayaan ekonomi dan sosial, mereka juga dibekali penguatan spiritual berbasis Al-Qur'an. Harapan kami, melalui pendekatan yang holistik ini, masyarakat tidak hanya sejahtera secara material tetapi juga mantap secara mental dan keimanan," ujar Rangga. 

Kegiatan pertemuan PKH berlangsung lancar, penuh keakraban, dan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan serta kesejahteraan seluruh warga Karangasem, Kedungsari.


(M. Musodiqin)

Advertisement advertise here

Popular today