Kulon Progo, dirajogja.com - Akses pendidikan gratis berkualitas dan penguatan spiritual menjadi fokus utama dalam agenda terpadu yang digelar di basis masyarakat. Melalui kolaborasi program Pusaka Sakinah KUA Pengasih dan Program Sikap Baik bersama Program Keluarga Harapan (PKH), pertemuan kelompok terpadu sukses dilaksanakan pada Rabu (24/06/26) pukul 10.00 WIB.
Kegiatan yang sarat informasi kemaslahatan ini bertempat di kediaman Ibu Tuminem, Padukuhan Gletak RT 35, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, dan dihadiri oleh kader serta para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sesi pertama diawali dengan pemaparan krusial oleh Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, yang membawa kabar baik mengenai fasilitas pendidikan gratis dari pemerintah. Ia mensosialisasikan keberadaan Sekolah Rakyat Kemensos di Kulon Progo, sebuah fasilitas pendidikan berasrama (boarding school) tanpa biaya yang berlokasi di Gulurejo, Lendah.
"Negara hadir menjamin masa depan anak-anak kita melalui Sekolah Rakyat Kemensos. Seluruh kebutuhan siswa ditanggung penuh, didukung dengan sarana fisik terpadu yang terdiri dari 15 gedung dengan 26 fasilitas utama untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA. Ini adalah peluang emas bagi keluarga prasejahtera untuk menyekolahkan anaknya hingga tuntas demi masa depan yang lebih baik," papar Eny.
Menyeimbangkan informasi sarana duniawi, tim Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih yang digawangi oleh Mukhyidin, S.Kom. dan Muhammad Musodiqin, S.Sos., mengajak warga bersiap menyambut momentum agung bulan Muharram. Mereka membedah khazanah kitab Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur karya Syekh Abdul Hamid terkait ragam amalan utama pada hari Asyura (10 Muharram).
Warga diajak untuk menghidupkan syiar Islam melalui untaian nazam yang menganjurkan 12 amalan kebaikan: "Memasuki bulan Muharram, khususnya hari Asyura, kita dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh. Mulai dari berpuasa, shalat, menyambung silaturahmi, mengunjungi orang alim, menjenguk orang sakit, hingga mengusap kepala anak yatim, bersedekah, dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 1.000 kali. Menariknya, salah satu amalan utamanya adalah melapangkan atau menambah nafkah bagi keluarga, yang menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kebahagiaan domestik rumah tangga," urai tim penyuluh secara bergantian.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Kapanewon Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I., memberikan apresiasi mendalam atas bertemunya dua materi strategis ini di tengah masyarakat.
"Sinergi antara pemenuhan hak pendidikan anak melalui Sekolah Rakyat Kemensos dan anjuran amalan Muharram ini merupakan potret ideal pembangunan manusia. Kita tidak hanya mendorong anak-anak dari keluarga binaan untuk memutus rantai kemiskinan lewat jalur pendidikan yang difasilitasi negara, tetapi juga mengakar kuat pada nilai-nilai kesalehan sosial seperti bersedekah dan menyayangi anak yatim. KUA Pengasih berkomitmen penuh mengawal integrasi ini."
Pertemuan berkala di Padukuhan Gletak ini bukan sekadar rutinitas pemenuhan administrasi program, melainkan jembatan strategis yang mengintegrasikan pemenuhan hak sosial-pendidikan anak bangsa dengan transformasi spiritual masyarakat. Adanya sosialisasi sarana pendidikan gratis yang berpadu kuat dengan edukasi teologis mengenai pentingnya memperluas nafkah serta kepedulian sosial pada bulan Muharram, diharapkan mampu memicu kesadaran kolektif warga. Pada akhirnya, akselerasi ini diproyeksikan dapat melahirkan generasi muda yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan moral yang tinggi, demi terwujudnya tatanan masyarakat Kedungsari yang mandiri, agamis, dan sejahtera berkelanjutan.
(M. Musodiqin)

