Yogyakarta, dirajogja.com - Sekolah Pascasarjana Program Studi Magister Hukum Universitas Proklamasi 45 (UP45) sukses menggelar Seminar Nasional berskala besar pada Sabtu 27 juni 2026.
Acara yang bertempat di Ballroom Hotel Platinum Adisucipto, Yogyakarta ini mengusung tema krusial: “Keamanan, Kedaulatan, dan Ketahanan: Membingkai Ulang Strategi Hukum Nasional di Era Masyarakat Siber dan Energi Terbarukan”.
Seminar ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi hukum, perwakilan instansi pemerintah, serta mahasiswa pascasarjana.
Diskusi ini berfokus pada urgensi rekonstruksi regulasi hukum Indonesia dalam menghadapi lompatan teknologi digital serta tuntutan transisi energi global.
Dalam sambutannya, KAPRODI Pasca sarjana Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta Dr. Antonius Maria Laot KIAN, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa tema ini sengaja diangkat sebagai respons nyata kampus atas dua sektor paling dinamis saat ini, yaitu ketahanan siber dan kemandirian energi bersih.
"Hukum tidak boleh tertinggal oleh pesatnya inovasi siber dan transisi ke energi terbarukan. Strategi hukum nasional kita harus dibingkai ulang agar mampu melindungi kedaulatan digital sekaligus memberikan kepastian hukum bagi investasi energi hijau di Indonesia," ujarnya.
Seminar nasional ini menghadirkan jajaran pakar hukum, pembuat kebijakan, dan praktisi industri sebagai narasumber. Diskusi dibagi ke dalam dua sub-fokus utama:
Para pembicara menyoroti kerentanan data nasional, ancaman kejahatan siber lintas negara, serta pentingnya penguatan implementasi regulasi perlindungan data pribadi guna menjaga kedaulatan digital bangsa.
mengupas tuntas aspek hukum dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission. Para pakar menekankan perlunya regulasi yang ramah investasi tetapi tetap berorientasi pada perlindungan lingkungan dan kepentingan kedaulatan energi nasional.
Melalui forum ilmiah ini, Magister Hukum UP45 berkomitmen untuk menyusun policy brief atau naskah rekomendasi kebijakan hukum yang nantinya akan diserahkan kepada pihak legislatif dan eksekutif. Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi pemikiran dari Universitas Proklamasi 45 sebagai "Kampus Energi dan Teknologi" dalam mengawal pembangunan nasional.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang dinamis, penyerahan plakat penghargaan kepada para narasumber, serta foto bersama seluruh civitas akademika dan peserta seminar.
( Adhi/ Red )

