BANTUL, dirajogja.com - Sebagai bentuk rasa syukur menyambut tibanya musim panen raya, Kelompok Tani (Poktan) TANI MAJU 1 yang berlokasi di Pedukuhan Pandak RT 05, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, menggelar acara tradisi Wiwitan Massal pada Kamis 2 Juli 2026.
Acara yang sarat akan nilai kearifan lokal ini diselenggarakan dengan penuh keakraban di Pedukuhan Pandak RT 05, Kalurhan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Batul. Tradisi Wiwitan sendiri merupakan ritual turun-temurun masyarakat agraris Jawa sebagai wujud ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, sekaligus doa agar proses panen berjalan lancar.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran sejumlah tokoh dan jajaran terkait, di antaranya:
Panewu Pandak
PPL Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Pandak
Jajaran Perangkat Kalurahan Wijirejo
Tokoh masyarakat dan seluruh anggota Poktan Tani Maju 1.
Dalam sambutannya, Panewu Pandak, Nanang Dwi Atmoko, S.Sos. memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para petani di Pedukuhan Pandak RT 05. Beliau menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi pertanian dengan pelestarian budaya leluhur.
"Kami sangat mengapresiasi semangat Kelompok Tani Maju 1. Selain terus berinovasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian, warga tetap tidak melupakan akar budayanya melalui tradisi Wiwitan ini. Sinergi seperti inilah yang memperkuat ketahanan pangan sekaligus ketahanan budaya kita," ujar Panewu di sela-sela acara.
Sementara itu, Koordinator BPP Kapanewon Pandak, Fibrica Hananta Tur Saptarini, S.Pt. turut menyampaikan arahan dan evaluasi terkait perkembangan tanaman padi musim ini. Pihak BPP berharap hasil panen dari Poktan Tani Maju 1 dapat maksimal dan membawa kesejahteraan bagi seluruh anggota kelompok tani.
Acara Wiwitan Massal ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan tradisi kembul bujana atau makan bersama. Hidangan khas Wiwitan seperti nasi gurih, ingkung ayam, telur rebus, sambal gepeng, dan jajan pasar dinikmati bersama oleh seluruh hadirin, mencerminkan semangat gotong royong dan kerukunan warga Pedukuhan Pandak.
Melalui kegiatan ini, Poktan Tani Maju 1 membuktikan bahwa bertani bukan sekadar urusan ekonomi dan ketahanan pangan, melainkan juga ruang untuk merawat kebersamaan, rasa syukur, dan tradisi warisan leluhur.
( Ant / Red )


