Bantul, dirajogja.com - Pemerintah Kabupaten Bantul kembali menggelar prosesi adat tahunan siraman atau jamasan pusaka keramat Tombak Kyai Agnya Murni. Prosesi sakral yang menjadi bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa ini berlangsung khidmat di kediaman resmi Rumah Dinas Bupati Bantul pada Rabu (15/7) pagi.
Sejak pagi hari, suasana di sekitar Rumah Dinas Bupati tampak berbeda dari biasanya. Wangi dan keharuman bunga setaman menyeruak, mengiringi langkah para abdi dalem dan pejabat pemangku kepentingan yang hadir dengan mengenakan busana adat Jawa lengkap.
Prosesi penjamasan diawali dengan dikeluarkannya pusaka Tombak Kyai Agnya Murni pusaka yang melambangkan kesucian dan pemerintahan yang bersih dari tempat penyimpanannya.
Di bawah panduan sesepuh dan abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, pusaka tersebut kemudian dibersihkan dengan air yang diambil dari tujuh sumber mata air suci, lalu digosok menggunakan jeruk nipis dan minyak khusus guna menjaga keaslian serta mencegah korosi pada besi pusaka.
Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih dalam sambutannya menyampaikan bahwa agenda jamasan ini bukan sekadar rutinitas mistis atau pembersihan fisik sebuah benda pusaka. Lebih dari itu, tradisi ini sarat akan makna spiritual dan filosofis.
"Jamasan atau siraman pusaka ini adalah simbol pembersihan diri, sekaligus pengingat bagi kita semua, khususnya jajaran pemerintahan, untuk selalu menjaga kebersihan hati, pikiran, dan amanah dalam melayani masyarakat Bantul. Ini adalah wujud nguri-uri kabudayan (melestarikan budaya) agar generasi muda tetap melek terhadap sejarahnya," ujar Bupati.
Tombak Kyai Agnya Murni sendiri merupakan pusaka pemberian dari Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang memiliki nilai historis dan simbolis yang sangat kuat bagi jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Bantul. Nama Agnya Murni mengandung doa dan harapan agar perintah atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemimpin daerah selalu berbasis pada kemurnian niat demi kesejahteraan rakyat.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini ditutup dengan doa bersama lintas sektor demi keselamatan, kedamaian, serta kemakmuran seluruh warga masyarakat Kabupaten Bantul di masa mendatang.
( Ant/Red )


