Manfaatkan Istiwa A'zam, Program SIKAP BAIK Edukasi Warga Margosari Cara Praktis Ukur Kiblat

- Juli 19, 2026
advertise here

Kulon Progo, dirajogja.com -  Fenomena astronomis Istiwa A'zam atau Rashdul Kiblat menjadi momentum berharga bagi warga di Kapanewon Pengasih untuk menyempurnakan arah kiblat ibadah mereka. Memanfaatkan momen langka tersebut, program kolaboratif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) menggelar edukasi praktis pengukuran arah kiblat mandiri bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di Karangtengah Kidul RT 10, Kalurahan Margosari, Kapanewon Pengasih.

Pertemuan edukatif yang berlangsung hangat ini diselenggarakan di kediaman salah satu peserta PKH. Melalui kegiatan ini, warga diajarkan cara sederhana namun sangat akurat untuk menentukan arah kiblat langsung dari rumah masing-masing.

Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Luazizah, S.H.I., memaparkan secara detail mengenai fenomena Istiwa A'zam. Ia menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika posisi matahari tepat berada di atas Ka'bah (Mekkah), yang diproyeksikan jatuh pada Rabu, 16 Juli dan Kamis, 16 Juli 2026, pukul 16.27 WIB.

Pada momen tersebut, bayangan dari benda apa pun yang berdiri tegak lurus di atas permukaan rata akan mengarah tepat ke arah kiblat karena ditarik lurus ke arah posisi matahari. Luazizah pun mengajak warga untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini. "Ini adalah cara penentuan arah kiblat yang paling praktis dan 100 persen akurat secara ilmiah tanpa memerlukan alat-alat canggih. Cukup gunakan bandul atau tongkat tegak lurus di halaman rumah pada pukul 16.27 WIB, lalu tandai arah bayangannya. Kami ingin setiap KPM PKH bisa melakukan kalibrasi mandiri agar ibadah salat di rumah menjadi jauh lebih mantap," urai Luazizah.

Sebagai program yang bergerak secara inklusif, SIKAP BAIK tidak hanya membekali warga dengan literasi keagamaan. Di saat yang sama, dimensi pemberdayaan ekonomi dan sosial juga turut diperkuat melalui gerakan ketahanan pangan.

Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Prastiwi Untari, menginisiasi gerakan pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk budidaya sayuran keluarga. Langkah konkret ini disosialisasikan sebagai solusi cerdas menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar. "Ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari lingkungan terkecil kita, yaitu rumah tangga. Dengan memanfaatkan sejengkal tanah pekarangan untuk menanam sayur-mayur, KPM tidak hanya bisa menghemat pengeluaran belanja harian, tetapi juga menjamin ketersediaan makanan sehat, segar, dan bergizi tinggi untuk keluarga," jelas Prastiwi.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa integrasi program seperti inilah yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. "Kami sangat mendukung penuh sinergi SIKAP BAIK ini. Ini merupakan bentuk pelayanan publik yang komplit dan inklusif. Aspek pemenuhan jasmani lewat ketahanan pangan berjalan beriringan dengan pemenuhan rohani melalui pemahaman fikih astronomi praktis. Dengan edukasi Istiwa A'zam ini, masyarakat mendapatkan pemahaman sains Islam yang aplikatif demi meningkatkan kualitas ibadah mereka," tegas  Rangga.

Melalui program SIKAP BAIK, KPM PKH Karangtengah Kidul RT 10 Margosari Pengasih, kini tidak hanya didorong untuk mandiri secara pangan, tetapi juga dibekali literasi keagamaan berbasis ilmiah yang kuat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


(M. Musodiqin)

Advertisement advertise here

Popular today