Kulon Progo, dirajogja.com - Puskesmas Pengasih II terus berkomitmen untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan promotif dan preventif, termasuk menyasar lingkungan dunia pendidikan. Kali ini, Puskesmas Pengasih II bersinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta layanan rujukan bimbingan konsultasi syariah yang dipusatkan di Aula IKIP PGRI Wates pada Senin (28/09/2026).
Kegiatan kolaboratif ini dipimpin langsung oleh dokter penanggung jawab dari Puskesmas Pengasih II, dr. Yusniar Ridani, bersama tim medis. Hadir pula dalam kesempatan tersebut jajaran KUA Pengasih yang turut memperkuat layanan, meliputi para Penyuluh Agama Islam: Mukhyidin, S.Kom., Muhammad Munawir, S.Ag., Luazizah, S.H.I., dan Muhammad Musodiqin, S.Sos., dan Penghulu Muchlas Ardiansyah, S.Sos. dan Burhanudin, S.H.
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Pengasih II merancang alur pelayanan kesehatan yang terpadu dan solutif. Peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan fisik menyeluruh oleh tim medis. Menariknya, pemeriksaan ini tidak hanya berfokus pada keluhan fisik semata, melainkan juga mendeteksi potensi masalah psikososial. Apabila ditemukan peserta yang mengalami kendala kesehatan mental seperti kecemasan berlebih (anxiety), gangguan tidur (insomnia), hingga stres akibat kelelahan akademik, tim medis akan mengarahkan peserta tersebut kepada tim KUA Pengasih untuk mendapatkan intervensi bimbingan dan konsultasi syariah.
dr. Yusniar Ridani menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini sangat penting mengingat kesehatan fisik dan mental merupakan satu kesatuan yang saling memengaruhi dalam menunjang produktivitas sivitas akademika.
"Kesehatan fisik dan mental tidak bisa dipisahkan. Melalui CKG ini, kami ingin memastikan kondisi fisik sivitas akademika terpantau dengan baik, sekaligus mendeteksi dini potensi masalah kesehatan yang kerap bersumber dari kelelahan psikis. Ketika ditemukan keluhan mental seperti kecemasan atau susah tidur, pendekatan medis tentu membutuhkan penguatan dari sisi batiniah," ungkap dr. Yusniar.
Langkah preventif dari Puskesmas Pengasih II ini mendapat sambutan hangat dari pihak KUA Pengasih. Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I., M.S.I., mengapresiasi kepekaan tim medis Puskesmas yang membuka ruang sinergi lintas sektoral untuk menjawab tantangan kesehatan mental di era modern.
"Pendekatan medis yang dilakukan Puskesmas Pengasih II sangat luar biasa. Terkadang, akar masalah kesehatan seseorang menyangkut ketenangan batin dan spiritual. Melalui layanan bimbingan dan konsultasi syariah yang kami sediakan sebagai tindak lanjut dari rujukan kesehatan, kami berupaya mendampingi peserta agar mendapatkan ketenteraman hati melalui nilai-nilai keagamaan," jelas Rangga.
Melalui sinergi apik antara Puskesmas Pengasih II dan KUA Pengasih ini, diharapkan sivitas akademika IKIP PGRI Wates dapat terus terjaga kesehatan jasmani maupun rohaninya, serta menjadi teladan dalam mewujudkan kampus yang sehat secara holistik.
(M. Musodiqin)

