Kulon Progo, dirajogja.com - Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih bersama Puskesmas Pengasih II kembali melanjutkan kegiatan lintas sektoral (Linsek) berupa CKG dan Bimbingan Konsultasi Syariah di Kampus IKIP PGRI Wates. Memasuki hari kedua pada Selasa (29/09/26), kegiatan ini memfokuskan layanan khusus bagi mahasiswa yang membutuhkan pendampingan lanjutan.
Tercatat sebanyak 51 mahasiswa memanfaatkan layanan bimbingan konsultasi syariah di hari kedua ini. Layanan tersebut secara khusus diperuntukkan bagi para mahasiswa yang dari hasil pemeriksaan CKG-nya terindikasi merasakan atau mengalami permasalahan terkait kesehatan mental, di mana pendekatan keagamaan dan spiritual turut dihadirkan sebagai bagian dari solusi pendampingan.
Pelaksanaan layanan khusus ini ditinjau langsung oleh Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo (Kemenag KP), Latif Fuad Nurul Huda, S.Ag, M.S.I, yang didampingi oleh Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I.
Saat meninjau jalannya konsultasi, Kasi Bimas Islam Kemenag Kulon Progo, Latif Fuad Nurul Huda, mengapresiasi langkah taktis dalam penanganan kesehatan mental mahasiswa melalui pendekatan integratif kesehatan dan keagamaan. *Pendekatan ini sangat penting. Ketika dari pemeriksaan kesehatan atau CKG ditemukan adanya kendala psikologis atau masalah kesehatan mental pada diri mahasiswa, kehadiran bimbingan konsultasi syariah dari KUA menjadi ikhtiar penenteram batin untuk menguatkan mental mereka secara spiritual," ungkap Latif.
Sementara itu, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., menjelaskan bahwa layanan konsultasi syariah ini difokuskan sebagai ruang penanganan khusus bagi mahasiswa yang memerlukan penguatan mental dan spiritual berdasarkan hasil asesmen kesehatan sebelumnya. *Kami hadir untuk mendampingi mahasiswa yang sedang menghadapi pergumulan atau masalah kesehatan mental pasca-pemeriksaan CKG. Melalui pendekatan bimbingan syariah, kami berupaya memberikan ketenangan jiwa serta solusi batiniah agar mereka kembali merasa dikuatkan," tutur Rangga.
Manfaat dari layanan pendampingan khusus ini pun dirasakan langsung oleh peserta. Salah satu mahasiswa IKIP PGRI Wates, Nawang mengungkapkan kelegaannya setelah mendapatkan sesi konseling tersebut.
"Layanan ini sangat membantu saya. Ketika ada unek-unek dan beban mental yang dirasakan setelah pemeriksaan kesehatan, berkonsultasi secara syariah membuat pikiran dan hati menjadi jauh lebih tenang serta mendapat sudut pandang baru yang positif," ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, diharapkan penanganan kesehatan mental di kalangan mahasiswa tidak hanya selesai secara medis atau fisik, tetapi juga mendapatkan penguatan aspek psikologis-spiritual secara tepat.
(M. Musodiqin)

