Sharing Session: Interbeing For Ecological Healing and PeaceYouth Role Models For Humanity, Earth, and Living Beings

- Oktober 19, 2026
advertise here


Yogyakarta, dirajogja.com - Mitra Wacana bersama Klinik KBB dan Jaringan Muda INKLUSI menyelenggarakan Sharing Session bertajuk “Interbeing for Ecological Healing and Peace: Youth Role Models for Humanity, Earth, and Living Beings” pada Senin, 19 Oktober 2026, pukul 13.00-15.00 WIB, di Kantor Mitra Wacana. Kegiatan ini mengajak orang muda memaknai keterhubungan antara manusia, bumi, dan seluruh makhluk hidup sebagai dasar untuk memulihkan lingkungan dan membangun perdamaian. Kegiatan ini menghadirkan Robindro Aribam (Ramanuja Das) dari Bhaktivedanta Institute, Manipur, India, yang akan berbagi pandangan dan pengalaman mengenai interbeing dalam kaitannya dengan pemulihan ekologi dan perdamaian. Diskusi dipandu oleh Wiji Nurasih dari Divisi Riset dan Advokasi Mitra Wacana. Sharing session ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para peserta untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus mendorong langkah nyata dalam merawat bumi dan sesama.

Krisis ekologi dan meningkatnya ketegangan sosial menunjukkan bahwa persoalan lingkungan, kemanusiaan, dan perdamaian saling berkaitan. Gagasan interbeing, yaitu pandangan bahwa segala sesuatu saling terhubung dan saling bergantung, menawarkan cara pandang untuk memahami keterkaitan tersebut. Dari sudut pandang ini, pemulihan alam tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga martabat manusia dan makhluk hidup lainnya. Melalui sharing session ini, orang muda didorong untuk menjadi teladan yang mewujudkan kepedulian terhadap kemanusiaan, bumi, dan seluruh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Bhaktivedanta Institute dikenal sebagai lembaga yang mengkaji hubungan antara sains dan spiritualitas (Vedanta), dan merupakan sayap akademik dari International Society for Krishna Consciousness (ISKCON).

 

Melalui sharing session ini, orang muda didorong untuk menjadi teladan yang mewujudkan kepedulian terhadap kemanusiaan, bumi, dan seluruh makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari, sejalan dengan upaya membangun masyarakat yang inklusif dan adil. Robindro Aribam menjelaskan bahwa Bhaktivedanta Institute didirikan pada tahun 1974 dengan tujuan utama memadukan sains dan spiritualitas serta mendidik generasi muda di seluruh dunia. Lembaga ini menjadi pusat kajian filsafat Vedanta dan sains Veda. Ia juga menyinggung bahwa selama ini banyak orang memandang Veda hanya sebagai buku. Dalam paparannya, Robindro Aribam mengawali pembahasan dengan hubungan antara manusia dan alam, penetapan pedoman bersama, serta tantangan global utama yang dihadapi saat ini. Ia kemudian menyoroti isu yang dekat dengan generasi muda, yaitu persoalan Gen Z dan quarter life crisis, serta pentingnya menyikapi isu tersebut melalui dialog. Pembahasan berlanjut pada pembangunan perdamaian, kehidupan, dan bumi dengan menekankan kesamaan nilai, terutama titik temu dalam spiritualitas dan agama, serta penelusuran makna dan tujuan hidup. Narasumber juga memaparkan dasar-dasar pembangunan berkelanjutan melalui gagasan Spirinomics, atau ekonomi spiritual (Spirituality Economics).

Pada sesi tanya jawab, Tanoto sebagai penanya pertama terkait dengan disusul Muazim sebagai penanya kedua, dan Mansyur sebagai penanya ketiga. Sharing session ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi para peserta untuk menumbuhkan kesadaran sekaligus mendorong langkah nyata dalam merawat bumi dan sesama. Melalui sharing session ini, Mitra Wacana bersama Jaringan Muda INKLUSI berharap semangat interbeing tidak berhenti di ruang diskusi, melainkan tumbuh menjadi kebiasaan dan tindakan nyata anak muda dalam merawat bumi dan sesama. Sebab, memulihkan bumi dan membangun perdamaian bermula dari kesadaran bahwa kita semua saling terhubung.


( vivi )

Advertisement advertise here

Popular today