Lewat Program SIKAP BAIK, KUA Pengasih dan PKH Ajak Ibu-Ibu KPM Kedungsari Jaga Bumi Lewat 4 Amalan Praktis

- Juni 21, 2026
advertise here

Kulon Progo, dirajogja.com – Menjaga kelestarian lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas setiap lini keluarga. Berangkat dari semangat tersebut, program inovatif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis Inklusif) bersama Pusat Pelayanan Keluarga Sakinah (Pusaka Sakinah) KUA Pengasih kembali menyambung silaturahmi dengan menggelar pertemuan kelompok terpadu di Dusun Ngramang, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, pada Jum’at (19/06/26).

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ibu Watiyem mulai pukul 10.30 WIB ini dikemas apik untuk mengedukasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar mampu menghemat pengeluaran dapur sekaligus memanen pahala lewat aksi peduli lingkungan.

Sebagai pembuka, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag., memberikan fondasi spiritual yang kuat dengan mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al-A’raf ayat 56: "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya."

"Menjaga bumi bukan sekadar urusan kebersihan geh bu, melainkan perintah agama yang sangat jelas. Setiap kerusakan lingkungan yang kita perbuat, sekecil apa pun, akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup anak cucu kita kelak," tegas Munawir di hadapan para peserta.

Menyambung fondasi keagamaan tersebut, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Emi Listiawati, S.Pd., menurunkannya ke dalam panduan praktis bertajuk "4 Amalan Peserta PKH Jaga Bumi". Emi mengajak para ibu untuk mempraktikkan aksi-aksi kecil yang berdampak besar bagi dompet dan lingkungan. Pertama; Jaga Air = Jaga Nyawa (QS. Al-Anbiya: 30). Mengacu pada dalil bahwa segala sesuatu yang hidup dijadikan dari air, para ibu PKH diajak melakukan tiga aksi nyata yaitu Satu; Stop Buang Minyak Jelantah ke Selokan: Satu sendok minyak bisa mencemari 1.000 liter air. Ibu-ibu diajak mengumpulkan jelantah untuk dijual ke pengepul. "Sungai bersih, dapat duit pula," ujar Emi.

Dua; anam Satu Pohon di Rumah: Memanfaatkan tanaman produktif seperti cabai atau kelor yang daunnya kaya gizi untuk mencegah stunting, sementara akarnya kuat menahan air hujan.

Tiga; Hemat Air: Mematikan keran saat menggosok gigi demi menghemat tagihan air atau token listrik PDAM.

Kedua; Pilah Sampah = Tambah Rupiah. Sesuai hadits riwayat Muslim bahwa “Kebersihan itu sebagian dari iman”, warga diajak memilah sampah organik dan anorganik agar bernilai ekonomis.

Ketiga; Tanam Sayur = Lawan Stunting. Emi mengutip hadits riwayat Bukhari mengenai indahnya sedekah melalui tanaman yang dimakan manusia atau hewan. Gerakan menanam sayur mandiri ini sekaligus menjadi benteng pemenuhan gizi keluarga guna menekan angka stunting di wilayah Pengasih.

Ke empat; Kurangi Listrik = Tambah Berkah (QS. Al-Isra: 27)

Mengingat peringatan Allah bahwa pemboros adalah saudara setan, aksi hemat energi pun ditekankan, seperti: mencabut colokan charger HP atau TV jika tidak dipakai, beralih ke lampu LED, hingga tips memasak nasi sekali di magic com demi memotong pengeluaran listrik yang membengkak.

Di akhir sesi, Emi Listiawati juga memastikan bahwa penyaluran berbagai program bantuan sosial akan terus dikawal secara inklusif dan tepat sasaran kepada penerima yang berhak.

Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi mendalam atas materi yang sangat membumi dan solutif dari tim SIKAP BAIK di Dusun Ngramang ini.

"Kami di KUA Pengasih lewat program SIKAP BAIK ingin menekankan bahwa kesalehan itu tidak hanya berdimensi ritual di atas sajadah, tetapi juga kesalehan sosial dan ekologis di dapur dan lingkungan rumah kita. Ketika ibu-ibu PKH belajar memilah sampah, menghemat air, dan tidak membuang jelantah sembarangan, mereka sedang mengamalkan Al-Qur'an secara nyata. Sinergi ini membuktikan bahwa keluarga yang agamis dan berdaya adalah keluarga yang paling depan dalam menjaga kelestarian bumi dan keharmonisan rumah tangga."

Pertemuan kelompok ini ditutup dengan diskusi interaktif yang gayeng. Ibu-ibu KPM di Dusun Ngramang menyambut baik tips praktis yang dibagikan dan berkomitmen untuk langsung mempraktikkan wadah pengumpulan minyak jelantah serta gerakan cabut colokan di rumah masing-masing demi mewujudkan rumah tangga yang berkah dan hemat.

( M. Musodiqin )

Advertisement advertise here

Popular today