Sinergi SIKAP BAIK di Kedungsari: Kupas Tuntas Dampak Fatal Bullying dan Urgensi Muhasabah Hijriyah

- Juni 21, 2026
advertise here

 

Kulon Progo, dirajogja.com - KUA Pengasih dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) berkomitmen penuh dalam mengawal isu-isu kesejahteraan keluarga dan perlindungan anak. Melalui program inovatif SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH, Berdaya Agamis Inklusif), pertemuan terpadu digelar untuk membekali Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Dusun Gletak, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih, pada Jum’at (19/06/26).

Kegiatan yang bertempat di kediaman Ibu Sutarni (RT 037) ini dimulai pukul 10.00 WIB, mempertemukan edukasi psikososial dari Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, dengan bimbingan mental-spiritual oleh Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos.

Dalam paparannya, Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu, mengangkat tema yang sangat krusial bagi para orang tua, yaitu "Dampak Fatal bagi Korban Bullying". Eny mengingatkan dengan tegas bahwa perundungan, baik verbal maupun fisik, dapat menghancurkan masa depan anak dari tiga lini utama yaitu Satu; Kesehatan Mental: Memicu depresi berat, gangguan cemas (anxiety), krisis kepercayaan (trust issue), hingga tindakan nekat menyakiti diri sendiri (self-harm) dan bunuh diri. Dua; Akademik: Stres berkepanjangan akibat trauma membuat tingkat kecerdasan menyusut, nilai rapor merosot tajam, dan anak menjadi malas hingga takut pergi ke sekolah.

Tiga; Sosial: Anak cenderung menarik diri dari lingkungan pergaulan, menutup diri, dan merasa terisolasi dari dunia luar.

"Orang tua harus peka terhadap perubahan perilaku anak. Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman agar anak terhindar dari dampak fatal perundungan ini," tegas Eny.

Menyambung pentingnya menjaga lingkungan keluarga yang sehat, Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos., mengajak para peserta memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriyah sebagai ajang untuk introspeksi diri (muhasabah).

Ia mengingatkan hadits riwayat Al-Hakim tentang tiga golongan manusia dalam menjalani roda waktu: "Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia tergolong orang yang beruntung. Siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi. Dan siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat atau celaka," urai Musodiqin.

Musodiqin mengajak para ibu KPM PKH untuk berhijrah dari pola asuh atau kebiasaan lama yang kurang baik, menuju pola komunikasi keluarga yang penuh kasih sayang dan saling menghargai.

Melalui pesan singkatnya, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H., S.H.I, M.S.I, memberikan perhatian khusus pada kolaborasi SIKAP BAIK di D

dusun Gletak ini. Beliau menekankan bahwa penanganan isu bullying harus dimulai dari penguatan nilai agama di dalam rumah. "Isu perundungan atau bullying ini tidak boleh kita sepelekan karena dampaknya nyata merusak mental generasi penerus. Di sinilah pentingnya spirit Hijriyah yang dibawa oleh program SIKAP BAIK. KUA dan PKH hadir untuk mengingatkan bahwa berhijrah itu artinya mendidik anak dengan penuh kasih sayang, bukan dengan kekerasan atau makian. Ketika orang tua mampu melakukan muhasabah dan memperbaiki pola asuh di rumah, kita sedang memutus mata rantai bullying di masyarakat dan menyelamatkan masa depan anak-anak kita."

Pertemuan diakhiri dengan komitmen bersama dari seluruh warga dan kader KPM yang hadir untuk menciptakan lingkungan ramah anak, bebas dari segala bentuk perundungan. Para ibu sepakat untuk lebih komunikatif dalam mendengarkan cerita anak sehari-hari serta saling menjaga keharmonisan antar tetangga demi mendukung tumbuh kembang anak secara inklusif dan sehat di wilayah Kedungsari.

(M Musodiqin)

Advertisement advertise here

Popular today