Bantul, dirajogja.com - Suasana semarak di Lapangan Trirenggo, Bantul, senin 20 Juli 2026. Ribuan warga bersama segenap jajaran jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berkumpul untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul. Tahun 2026, hari jadi Bumi Projotamansari mengusung tema besar yang sarat makna filosofis: "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari".
Upacara yang digelar dengan nuansa adat Jawa yang kental ini menjadi puncak dari rangkaian peringatan hari jadi. Para peserta upacara, mulai dari aparatur sipil negara (ASN), pamong kalurahan, hingga tokoh masyarakat, tampak anggun dan berwibawa mengenakan pakaian adat busana Jawa mataraman.Makna Mendalam "Dharmaning Satriya Akarya Raharjaning Nagari"
Tema tahun ini bukan sekadar deretan kata indah. Secara harfiah, tema tersebut memiliki arti Kewajiban atau Pengabdian Ksatria dalam Mewujudkan Kesejahteraan Negara.
Dalam amanatnya, Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih menegaskan bahwa tema ini merupakan seruan sekaligus komitmen bagi seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintahan di Bantul. "Satriya" di era modern bukan lagi tentang angkat senjata, melainkan tentang integritas, etos kerja tinggi, dan pengabdian tanpa pamrih untuk menyelesaikan tantangan zaman mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan mutu pendidikan, hingga pengelolaan lingkungan.
"Hari jadi ke-195 ini adalah momentum bagi kita semua untuk berefleksi. Menjadi 'Satriya' berarti menomorsatukan kepentingan publik demi tercapainya Raharjaning Nagari—sebuah daerah yang makmur, aman, dan sejahtera bagi seluruh warga Bantul," ujar Bupati dalam sambutannya. Kemeriahan Acara di Lapangan TrirenggoSetelah prosesi upacara resmi yang sakral selesai, Lapangan Trirenggo langsung berubah menjadi panggung budaya yang meriah. Beberapa sorotan acara hari ini meliputi :Pentas Tari Kolosal, ratusan penari lokal menyajikan pertunjukan tari spektakuler yang menggambarkan watak kesatriaan dan kekayaan bumi Bantul.
Kirab Budaya : Perwakilan dari berbagai kapanewon (kecamatan) menampilkan potensi budaya, hasil bumi, dan kreativitas masing-masing yang dikemas dalam gunungan dan bregada.
Pameran Potensi Lokal : Di sekitar area lapangan, stan-stan UMKM tampak dipadati pengunjung, memamerkan kerajinan khas Bantul serta kuliner tradisional. Harapan Baru untuk Bantul di Usia 195
Menginjak usia hampir dua abad, Kabupaten Bantul terus membuktikan diri sebagai daerah yang dinamis tanpa kehilangan akar budayanya. Peringatan hari jadi tahun 2026 ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi pembangunan Bantul yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Warga yang memadati Lapangan Trirenggo pun menyampaikan harapan besar mereka. "Semoga Bantul makin maju, jalannya makin bagus, dan budayanya tetap lestari. Acara hari ini sangat menghibur dan bikin bangga jadi warga Bantul," ungkap salah satu warga yang hadir menonton.
Dengan semangat Dharmaning Satriya, Kabupaten Bantul siap melangkah lebih mantap menuju masa depan yang lebih cerah, makmur, dan sejahtera.
( Red )

