Kulon Progo, dirajogja.com - Konsistensi program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) dalam memberikan edukasi komprehensif bagi masyarakat terus berlanjut. Kali ini, SIKAP BAIK menyambangi Kelompok KPM PKH Dusun Mrunggi, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, pada Kamis (09/07/26).
Pertemuan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung hangat di kediaman Ibu Ngadiyem, lingkungan RT 026/RW 014, Mrunggi. Kegiatan ini secara harmonis memadukan penguatan aspek spiritual keagamaan dan literasi kesehatan rumah tangga.
Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., hadir memberikan bimbingan kerohanian dengan mengupas tuntunan hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang konsep kepemimpinan dalam Islam: "Kullukum ra'in wa kullukum mas'ulun 'an ra'iyyatihi" (Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya).
Dalam paparannya, Musodiqin menekankan bahwa amanah kepemimpinan tidak hanya melekat pada pejabat publik, melainkan pada setiap individu di dalam rumah tangga.
"Seorang ayah bertanggung jawab menafkahi dan membimbing, seorang ibu bertanggung jawab menjaga kehormatan, mengelola rumah tangga, serta mendidik anak-anaknya. Bahkan terhadap diri sendiri pun kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga raga dan jiwa. Jika setiap anggota keluarga menjalankan peran ini dengan adil dan penuh rasa tanggung jawab, maka ketahanan keluarga yang sakinah akan terwujud," urai Musodiqin di hadapan para peserta.
Melengkapi edukasi kerohanian tersebut, Pendamping PKH Kapanewon Pengasih, Octavina Dhita Damastuti, S.Pd., memberikan materi praktis mengenai kesehatan rumah tangga, khususnya kriteria pemilihan wadah plastik yang aman bagi makanan keluarga.
Octavina mengimbau para ibu KPM untuk lebih cermat memperhatikan simbol kode daur ulang di bagian bawah kemasan plastik. Ia menekankan pentingnya memilih wadah berkode 5 (PP/Polypropylene) dan kode 2 (HDPE/High-Density Polyethylene) untuk kebutuhan kuliner sehari-hari.
"Wadah plastik berkode 5 adalah yang paling disarankan untuk makanan hangat atau panas karena memiliki ketahanan suhu yang tinggi dan bebas dari bahan kimia berbahaya (BPA-free). Sementara kode 2 memiliki struktur yang kuat dan stabil. Keduanya sangat aman digunakan berulang kali (food grade). Dengan teliti memilih wadah makanan, kita sedang melindungi kesehatan keluarga dari risiko paparan zat kimia berbahaya," jelas Octavina.
Dihubungi secara terpisah, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang saling melengkapi dalam program SIKAP BAIK kali ini. Menurutnya, pemahaman akan amanah kepemimpinan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk dalam menjaga kesehatan anggota keluarga.
"Kami di KUA Pengasih sangat mendukung penuh penyampaian materi yang sangat aplikatif ini. Hadis kullukum ra'in mengajarkan bahwa menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga adalah bagian langsung dari bentuk pertanggungjawaban kita sebagai pemimpin di rumah tangga. Menjaga asupan dan peralatan makan yang sehat sebagaimana yang disosialisasi oleh rekan-rekan PKH adalah bentuk konkret dari pengamalan ajaran agama tersebut. Inilah esensi SIKAP BAIK: membangun manusia yang bertanggung jawab secara spiritual sekaligus bijak dalam menjaga kualitas hidup lahiriahnya," tegas Rangga.
Melalui pertemuan ini, para KPM PKH Dusun Mrunggi diharapkan tidak hanya semakin mantap dalam menjalankan peran dan amanah di keluarga masing-masing, tetapi juga semakin cerdas dan bijak dalam menerapkan pola hidup bersih dan sehat sehari-hari.
( M. Musodiqin )

