Pusaka Sakinah KUA Pengasih: Teladani Adab Bertetangga untuk Perkuat Keharmonisan Sosial di Kedungsari

- Oktober 26, 2026
advertise here

Kulon Progo, dirajogja.com - Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih terus menggencarkan pembinaan ketahanan keluarga dan masyarakat melalui program Pusaka Sakinah (Pusat Layanan Keluarga Sakinah). Hadir dalam kegiatan tersebut Kamituwa Kedungsari, Dwi Karyati, Tri Daelan, S.Sos, dari PLKB Pengasih dan Tim Puskesmas Pengasih II. Kali ini, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Basuki, S.Ag, hadir memberikan pembinaan mendalam dalam pertemuan kader yang digelar di Balai Kalurahan Kedungsari pada Senin (26/10/26).

Dalam pemaparannya, Basuki, S.Ag, mengangkat tema penting mengenai Adab Bertetangga sebagai fondasi utama dalam merajut kerukunan hidup bermasyarakat. Menurutnya, kualitas keimanan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah ritualnya saja, tetapi juga tercermin dari bagaimana ia memperlakukan tetangga di lingkungan sekitarnya.

Ada tiga prinsip utama adab bertetangga yang ditekankan dalam pembinaan Pusaka Sakinah tersebut yakni Satu; Berbuat Baik (QS. An-Nisa: 36): Senantiasa menghormati dan membantu tetangga, baik tetangga yang dekat maupun tetangga yang jauh, sesuai dengan petunjuk Al-Qur'an.

Dua; Prioritas Tetangga Pintu Terdekat: Mengutamakan perhatian kepada tetangga yang letak pintu rumahnya paling dekat dengan kita, merujuk pada hadis riwayat Imam Bukhari.

Tiga; Korelasi dengan Keimanan: Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesempurnaan iman seseorang berkaitan erat dengan rasa aman tetangga dari gangguan atau keburukannya (HR. Bukhari).

Selain prinsip dasar, Basuki juga memaparkan panduan praktis adab harian dalam bertetangga yang perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari yaitu Interaksi Sosial: Membiasakan mengucapkan salam lebih dulu, berbicara dengan lembut, ikut merasakan kebahagiaan saat tetangga senang, serta menyampaikan empati dan belasungkawa saat tetangga tertimpa musibah.

Menjaga Batas dan Kenyamanan Fisik: Tidak menutup akses cahaya atau aliran udara ke rumah tetangga, tidak menyerobot batas tanah, serta meminta izin terlebih dahulu jika hendak memasang sesuatu di dinding yang berbatasan langsung.

Menghindari Gangguan: Menjaga ketertiban umum dengan tidak memutar musik atau suara terlalu keras, tidak memarkir kendaraan sembarangan yang dapat menghalangi jalan warga, serta senantiasa menjaga lisan dari perbuatan ghibah (menggunjing).

Ditemui secara terpisah usai kegiatan, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I, M.S.I, memberikan apresiasi dan tanggapan positif atas konsistensi para penyuluh agama dalam mengusung program Pusaka Sakinah langsung ke tengah masyarakat. "Program Pusaka Sakinah yang dibawa oleh para penyuluh agama kita, termasuk melalui materi adab bertetangga oleh Bapak Basuki di Kedungsari ini, merupakan langkah strategis membangun ketahanan sosial dari level akar rumput," ujar Rangga saat ditemui di kantornya.

"Keluarga yang sakinah tidak akan tercipta secara utuh jika hanya harmonis di dalam rumah saja, tetapi juga harus selaras dengan keharmonisan di lingkungan sosialnya. Ketika para kader dan masyarakat mampu menjaga adab bertetangga dengan baik, saling menghormati, dan menghindari potensi gesekan sekecil apa pun, maka iklim sosial yang damai, religius, dan berkeadaban di Kapanewon Pengasih akan terwujud dengan kukuh," tambahnya.

Melalui pembinaan rutin ini, diharapkan para kader Kalurahan Kedungsari dapat menjadi teladan sekaligus motor penggerak dalam menyebarluaskan nilai-nilai moderasi, kerukunan, dan kepedulian sosial di lingkungan padukuhan masing-masing.


(M. Musodiqin)

Advertisement advertise here

Popular today